Mungkin bagimu
Aku adalah wanita yang tak terlihat dimatamu
Itu sekarang
Sedangkan dulu
Kamu menganggapku ada
Kita tertawa, kita tersenyum, kita yang membenci orang-orang disekitar, yang membuat kita tidak merasa nyaman
Kamu yang dulu selalu menyapaku
Kamulah orang pertama yang mencariku disaat aku tidak ada.
Aku, yang juga mencarimu disaat kamu tidak ada disekitarku
Kamu orang pertama yang mengkhawatirkanku disekian banyak orang yang juga mengkhawatirkanku.
Tapi bagiku, kamu sebagai orang pertama yang menganggapku ada
Kamu yang membelaku, disaat orang lain tidak berpihak padaku
Kamu yang bertanya padaku disaat kamu tidak mengerti semuanya
Kamu yang mengantarku disaat siang ataupun malam yang menjelang
Mengapa aku tiba-tiba teringat kenangan kita terdahulu?
Apa kamu masih mengingatnya? Seperti aku yang mengingat tiap memori tentang kita dengan jelas
Mengapa kamu perlahan menjauh dariku?
Apakah itu hanya perasaanku saja?
Tapi itulah kenyataannya bagiku
Aku, yang tidak mengerti dengan sikapmu yang sekarang
Sejak kamu perlahan menjauh dariku.
Tidak ada lagi senyummu dan sapamu di pagi hari
Disaat aku mulai jenuh dengan keadaan sekitarku
Karena senyummu dan sapamulah yang menguatkanku kembali
Haruskah aku mencari serta mendapat yang lain saat aku lebih nyaman dengamu?
Aku yang merindu senyummu
Aku yang merindu sapamu
Aku yang merindu, sebagai orang yang mendengar ceritamu
Aku yang merindu, sebagai orang yang mendengar kesahmu
Aku yang membenci disaat kamu mengabaikanku
Aku yang membenci disaat kamu bersamanya
Seolah aku ingin menjelaskan, bahwa kamu milikku
Tapi, apa hakku?
Untuk berkata seperti itu
Namun, aku yang tidak pernah bisa membencimu
Hanya saja, aku yang membenci cara kita dipisahkan oleh waktu.
Bisakah aku berhenti berharap tentangmu?
Bisakah aku meminta agar kita seperti dulu lagi?
Seperti saat kita pertama bertemu
Bukan kita yang sekarang, yang saling tidak menyapa
Seolah kita tidak pernah saling mengenal
Salahkah aku padamu?
Hingga kamulah yang membuatku juga pergi menjauh darimu
Apakah kamu telah menemukan sosok yang membuatmu merasa lebih nyaman?
Yang lebih baik dari aku?
Aku rindu kita yang dulu, walaupun itu tidak berarti lagi sekarang
Jika aku bisa jujur padamu, kita yang dulu ini apa?
Bolehkah aku sejenak saja berharap?
Berharap yang tak akan terjadi
Akulah orang yang belum lama mengenalmu
Tapi, aku nyaman dengamu.
Seolah kita telah saling mengenal lama
Aku yang membenci
Mengapa kita dipertemukan dengan cara seperti itu?
Namun, mengapa kita perlahan telah dipisahkan dengan cara yang bagiku menyakitkan
Mungkin tidak bagimu!
Aku, yang telah meyerah atas semuanya
Segala hal tentangmu
Jadikanlah aku kenangan dihatimu
Seperti aku yang menjadikan tiap kenangan tentang kita dihatiku
- Alfiera Savitri, perempuan yang menunggu kejelasan yang tak terjadi-
No comments:
Post a Comment