Quotes

Quotes

Thursday, January 15, 2015

Dear You!

Malang, 16 Januari 2015


Buat kamu, masa lalu yang tidak ingin kuingat selamanya.

Seandainya kamu tahu bagaimana persaanku sebagai orang yang pernah menetap di hatimu selama 1 tahun 4 bulan dan seandainya kamu bisa baca ini.


Halo, apa kabar kamu masa laluku. Lama tidak bersua.

Kutulis ini semua BUKAN karena aku tiba-tiba rindu padamu ataupun mendadak galau karena teringat masa-masa kita bersama.

Aku tahu, aku bukan seperti masa lalumu yang lain. Karena kita masing-masing berbeda. Seandainya kamu tahu apa yang kurasakan selama 16 bulan kita bersama, Aku benar-benar lelah, jenuh, apalah. Tidak ada satupun sikapmu yang membuatku senang saat kita bersama. Hari-hari saat bersamamu kulalui dengan kegalauan, tangisan karenamu, Betapa bodohnya aku terus bertahan bersamamu selama itu, padahal tidak ada satupun usahamu untuk menyenangkanku. Tidak satupun!

Akupun, selama itu. Berusaha mengerti tentangmu segalanya. Kamu memintaku untuk mengertimu. Itu sudah kulakukan. Tapi, apa satupun kamu mengertiku? Tidak pernah loh, kamu selalu saja membuatku sedih. Orang macam apa dirimu itu? Hatimu terbuat dari apa? Baja? Besi? yang tidak akan pernah bisa aku luluhkan. Sekalipun kamu tidak pernah mengertiku saat kamu memintaku untuk mengerti akan dirimu yang sudah kulakuan.

Selama itu juga, kamu selalu membuatku gila dengan sikapmu. Aku, yang sekuat tenaga membelamu saat orang-orang disekitarku tidak setuju tentang kita. Tapi, apa yang kamu lakukan? Kamu malah membuat orang-orang disekitarku makin membenci dirimu. Paham????

Iya, aku tahu. Kita menjalani Long Distance Relationship atau LDR. Kita tidak seperti teman-teman kita yang tidak pernah disiksa oleh rindu. LDR yang tidak mudah untuk kita selama 16 bulan itu. Tapi aku dan kamu mampu bertahan selama itu.

Aku masih ingat, 3 bulan sebelum kita officially break up. Aku, benar-benar jenuh dengan kita. Seolah kita tidak pernah maju dari titik 31 Juli 2011 itu. Selalu saja sama, tidak ada kemajuan. Aku tidak mengarapkan apa-apa darimu. Emangnya kamu siapa?
Begitu kita memutuskan untuk tidak lagi bersama-sama, aku justru lebih senang, merasa bebas lagi buat fangirlingan sama boyband Korea. Tidak ada lagi sikap jealousmu sama cowok-cowok Korea yang EMANG lebih segalanya dari kamu! Kamu, kalau dibandingkan sama cowok-cowok Korea sih kayak ikan gindara sama ikan teri (perbandingan yang.. yah...) HAHAHAHA. Kamu.. kamu.. sok-sokan kayak cowok-cowok Korea. Kamu sih beda jauh!!!! Itu yang buat aku kesal bangetttt sama kamu. (Kok jadi gini ea??)

Terima kasih untuk 31 Juli 2011 sampai 14 November 2012nya.

Terima kasih untuk ceritamu, untuk segalanya hal yang pernah mengisi hari-hari kita. Hari-hari yang kulalui dengan banyak airmata, kegalauan tapi minim kesenangan.

Terima kasih untuk kamu yang menyia-nyiakan diriku dengan sikapmu itu, sikap yang menyiksaku, Inget bro! Karma itu berlaku. Lihat kan sekarang, karma atas sikapmu dulu saat kita masih bersama. Selamat menikmati karmamu atas aku yang dulu kamu sakiti! Jangan kamu kira aku tidak tahu apa karmamu. HAHAHAHA


Sekali lagi, aku menulis ini BUKAN karena aku rindu padamu! Cuih! Emang siapa kamu! Enak aja  masih anggep aku mau balikan sama kamu! Enak aja. HAHAHAHA


Sekali lagi, selamat menikmati (karma) itu karena sikapmu dulu ke aku seperti apa.

Semoga kamu menemukan orang yang lebih baik lagi dari aku, Orang yang bisa kamu sakiti lagi, lebih dari apa yang dulu aku dapatkan!

Quotes Fav

A miracle is another name of an effort (Kang Tae Joon, 2012)

-SHINee's Choi Minho as Kang Tae Joon in SBS's To The Beautiful You-

Karena menurutku, first impression itu penting, Ini bukan masalah pencitraan, tetapi first impression akan menetukan arah selanjutnya (Me, 2015)